Tampilkan postingan dengan label Mario Teguh Super Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mario Teguh Super Talk. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Februari 2010

Keberhasilan, Demikian Dekat Di Lidah; Tetapi Bisa Demikian Jauh Dari Jangkauan



Apakah Anda bersemangat lebih dulu sebelum bertindak, ataukah Anda bertindak dulu baru kemudian bersemangat?
Yang manakah Anda?

Motivasi adalah langkah pertama untuk mencapai keberhasilan, karena motivasi adalah pelahir tindakan pertama, yang bisa menjadi langkah awal dari langkah-langkah berikutnya yang mencemerlangkan.

Jika motivasi menjadi langkah kedua, tindakan yang nyata yang pertama – adalah tindakan yang menyebabkan tumbuhnya semangat untuk mencapai kecemerlangan karir dan hidup kita.

Setelah itu, kita akan lupa – mana yang mana, karena kita terlibat dalam kesibukan untuk menyemangati tindakan-tindakan yang nyata dan bertindak untuk terhisap kedalam pusaran motivasi yang memperkuat, membesarkan, dan meninggikan kehidupan kita.


Kita semua adalah makhluk-makhluk ber-energi.
Kehidupan adalah energi. Semua yang hidup, hidup dengan sebuah tenaga di dalam diri mereka; tetapi tidak sedikit pribadi yang masih hidup hari ini, yang tidak lagi bertenaga.

Jika mereka terlibat dalam hiruk-pikuk kesibukan dunia, mereka terlibat dalam badan sehat yang terkulai lemah - selemah semangat mereka.

Sehingga pertanyaan yang logis bagi Anda, adalah

Seberapa besarkah tenaga yang ada di dalam diri Anda?
Perhatikanlah, sebuah badan yang sehat dan kuat – bisa tampil selemah ilalang dalam semilir angin, jika semangatnya rendah.

Perhatikanlah juga, sebuah badan kecil yang sakit dan letih – akan menghasilkan nilai yang meninggikannya di atas mereka yang lebih besar dan bugar – jika dia menemukan cara untuk membangun dan menjaga semangatnya tetap tinggi.

Maka terimalah ini dengan damai, bahwa dua orang yang seimbang dalam kompetensi – akan mencapai kualitas kehidupan yang berbeda,
yang perbedaannya ditentukan oleh tingkat motivasi yang dibangun dan dijaga di dalam diri mereka.

Sehingga, semakin Anda merasa tidak bertenaga,
semakin terlibatlah dalam pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan pengertian baru mengenai yang Anda kerjakan,
agar Anda mengenal mereka yang Anda layani dengan lebih baik,
mengerti nilai apa saja yang menjadikan seseorang pantas untuk dihargai tinggi,
dan mudah-mudahan kemudian Anda tercerahkan mengenai tugas kehidupan Anda yang dirancangkan oleh Tuhan.

Tuhan Telah Menetapkan Rezeki Kita. Bukan Pada Jumlahnya Tetapi Pada Syaratnya.


Sahabat saya yang berhak bagi sebesar-besarnya rezeki,

Marilah kita mulai dengan menerima formula yang ketetapannya sudah dibuktikan sejak lahirnya kemanusiaan, bahwa:

Rezeki kita kecil, jika kita bernilai kecil bagi orang lain.
Rezeki kita besar, jika kita bernilai besar bagi orang lain.

Dan satu lagi,



Rezeki itu bukan hanya uang.

Rezeki itu meliputi semua rahmat Tuhan bagi kita, yang bisa berupa kesehatan, kedamaian, ilmu, keluarga yang sejahtera dan berbahagia, nama baik, dan pengaruh yang besar untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.

Dan yang tertinggi nilainya dari semua rezeki adalah IMAN kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Apakah ada yang lebih indah daripada hidup dalam keimanan, berpamitan dari kehidupan dunia dalam keimanan, dan memasuki surga dalam keimanan?

Maha Besar Tuhan, dengan semua kekuasaan dan kasih sayang-Nya.

Maka,

Marilah kita membesarkan nilai kita bagi orang lain, dan mengikhlaskan penghitungan imbalannya kepada Tuhan.

Janganlah seperti dia yang malas, penunda, dan peragu, tetapi yang galak menyalahkan orang lain yang tidak memuliakan kehidupannya.

Orang yang malu untuk mengajukan dirinya yang bernilai – dan menghindari bekerja bagi keuntungan banyak orang, harus berani menjadi orang yang tidak dibutuhkan.

Orang yang tidak dibutuhkan, tidak akan dinilai.

Karena,

Tingginya kebutuhan orang lain atas peran kita, menentukan tingginya penghargaan atas kehadiran kita.

Janganlah juga seperti dia yang malas untuk menjadikan dirinya pandai,
menunda pekerjaan bagi kebaikan orang lain,
dan meragukan kemungkinan berhasil dari rencana-rencananya sendiri;
tetapi marah dalam doa-doanya yang menuduh Tuhan berlaku tidak adil.

Tuhan Maha Adil.

Yang bernilai bagi orang lain, akan dijadikan-Nya bernilai.

Apakah kita sampai hati,
meminta Tuhan menjadikan orang yang malas, tidak jujur, dan penggerutu – untuk hidup dalam keindahan yang disediakan untuk jiwa-jiwa baik yang bermanfaat bagi saudaranya?

Ada kepantasan bagi segala sesuatu.

Jika yang kita minta besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar.

Dan jika kita mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan,
agar kita tidak melanjutkan sikap dan perilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain.

Perhatikanlah, bahwa

Selalu ada pemberitahuan untuk memperbaiki diri didalam keluhan kita sendiri.

………..



Dan untuk adik-adik saya yang besar impiannya,

Jadikanlah kehadiran mu di antara orang banyak, sebagai kehadiran yang menguntungkan.

Jika rezeki mu penting, maka pentingkanlah peran mu bagi kebaikan orang lain.

Jadikanlah diri mu pandai, rajin, dan jujur.

Tuhan telah menetapkan rezeki kita.
Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya.

Maka,

Jadikanlah diri mu pandai, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang pandai, yang bermanfaat bagi banyak orang karena ilmunya.

Rajinkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang melakukan banyak hal yang menyenangkan banyak hati, yang menjernihkan kehidupan orang yang sedang kalut, yang menguatkan mereka yang sedang lemah, dan yang menunjukkan jalan keluar bagi mereka yang sedang tersesat.

Jujurkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang amanah dalam memangku tugas, yang menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.

Jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti dari kebenaran yang kau katakan.

Dan janganlah engkau mengatakan yang tidak akan kau lakukan.

Setialah kepada yang benar.


Jadikanlah diri mu teladan dalam penyetiaan diri kepada yang benar,
karena dengannya Tuhan akan mengutus semua kekuatan di alam ini untuk menjadi pembuka jalan bagi mu, menjadi pemelihara kebaikan mu, dan menjadi penjaga dari fitnah dan keburukan.

Apakah tadi aku mendengar hati mu mengatakan, amien …?

Adikku, itu penting sekali.

Apa pun yang baik dari perkataan orang yang kau dengar atau yang kau baca, katakanlah ‘amien …’ dengan setulus-tulusnya, karena dengannya engkau menjadikan kebaikan yang dikatakan dan dituliskan itu sebagai doa mu.

Dan karena engkau mengatakannya bersama banyak orang yang juga mendengar dan membacanya, maka sebetulnya kekuatan dari doa mu dikalikan dengan pelipatan yang sangat besar.

Sudah lebih jelas sekarang bagi mu, mengapa engkau dianjurkan untuk bergaul dengan mereka yang baik?

Dalam pergaulan yang baik, engkau akan selalu menemukan kebaikan, engkau akan mendengar dan membaca kebaikan, yang cukup dengan sedikit keikhlasan mu untuk mengucapkan amien …, akan memaafkan tahun-tahun panjang yang pernah kau lewatkan tanpa doa dan ibadah, dan menggantikannya dengan masa kini dan masa depan yang lebih lapang dan damai.

Engkau adalah kekasih Tuhan.

Maka berlakulah yang pantas bagi kedekatan yang demikian indah dengan Tuhan.

………..

Sahabat saya yang terkasih,

Begitu dulu ya?

Mudah-mudahkan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai perubahan besar yang sudah lama kita niatkan itu.

Apakah tadi Anda mendengar diri Anda mengatakan ‘amien …’?

Super!

Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebaikan.

Cara Terbaik Untuk Mewujudkan Impian Kita Adalah Segera Bangun Dan Bekerja Keras

Cara terbaik untuk mewujudkan impian kita adalah segera bangun, dan bekerja keras.

Mudah-mudahan Anda
termasuk pribadi yang SIBUK.

Karena,

Dia yang lemah dan paling kecil - tetapi sibuk, akan lebih berhasil daripada dia yang kuat dan cerdas tetapi lamban dan malas.

Memilki impian yang besar atau tidak,
tugas kita adalah
memulai, melanjutkan, bertahan, dan meneruskan.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil.
Tugas kita adalah untuk mencoba.

Mario Teguh Short Message, Jan.2010

Fans