Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Maret 2010

Hati Yang Mana ?



Seringkali ku tanyakan....

Di setiap malam yang ku habiskan...
Di setiap pagi yang kusemangati....
Di setiap siang yang ku rayakan dengan senyuman.

Kemanakah aku bersama ?
Dimanakah aku bisa memelukmu ?
Kapankah kecupan kemesraan untuk ku datang ?

Tanpa aku harus meminta dan mengaisnya kembali...
di antara senyuman yang ku tebarkan hanya untukmu...
di antara samudera rasa yang telah lama ku titipkan sekian lamanya...di hatimu.
di hati yang terdalam, hingga semua orang tahu....kamulah pemenangnya.

Tak ada kah jiwa yang tenang milikku kali ini ?
kau percayakan untukku....
meskipun sesaat saja.

Aku hanya manusia biasa....
bukan patung ataupun mesin yang bisa disetel ulang kapan saja,
semau hati mu.

Aku butuh kehidupan....yang berirama, yang bersenandung...
tanpa harus ku berseru kepada alam dan seisinya, di setiap isak tangisku.
Aku butuh nyanyian hati yang konsisten selalu bersama - sama, bukan karena aku mau saja.
Aku butuh dekapan...
Aku butuh yang kau butuhkan juga dari aku.

Aku harus berpijak di hati yang mana ?
di mana ada sebuah cinta yang kekal di dalamnya,

Mengertilah dan pahamilah itu,
Bila tidak, maaf saja....
menyingkirlah dari aku.



Jakarta, 30 Maret 2010

" Hujan yang tak berkepanjangan "

Sabtu, 13 Februari 2010

Secangkir Kopi Panas


 Sstt...Ini sudah malam De...! begitu Engkau bisikkan ditelingaku.

Kenapa dengan malam yg bersinggasana? Biar saja dia memberi senyum untuk kita.

Ku belum lelah berbincang dengan Engkau...wahai kekasihku.

Ku masih ingin merebahkan kepala didadamu, dan tangan kananmu mengusap lembut rambutku,
dan lihatlah malam...mengedipkan sebelah matanya pada kita !

Tahukah Engkau kekasihku...ketika sore hari tadi, dengan secangkir kopi panas di meja kerjaku.

Rekan kerjaku dan temanku yg lain membicarakan tentang laki-laki yang nyaman dan aman,
lahir dan bathin.

Sebuah impian sederhana dari hati gadis metropolitan zaman sekarang bukan?.

Mereka rela berjuang lho...untuk meraih mimpi-mimpi indah itu.

Mereka juga tidak mau menyerah begitu saja dengan keadaan,
aku pun diam-diam memberi tepuk tangan sangat gempita pada mereka.

Bahkan saking meriahnya, tepukan tanganku sampai terdengar di kalbu mereka.

Tak disangka, mereka langsung mencium kedua pipiku, kiri dan kanan...
aku tersipu malu !

Kata mereka, selamat untuk kamu, duhai sahabat...!

Kamu lebih dulu mendapatkan laki-laki yang kita impikan, mulai dari saat sang fajar menyingsing sampai rembulan menyingkirkan matahari, begitu terus.

Secangkir kopi panas yang tinggal setengah, segera ku teguk !
Alhamdulillah...aku bersyukur pada Tuhan atas karunia-Nya.


" Untuk laki-laki yang mau menemaniku seumur hidup, thanks for your love..."


Tangerang, 13 Februari 2010

At. 00.52 Waktu Indonesia Bagian Tangerang.

Jumat, 05 Februari 2010

PESANKU KASIHKU....

By : Duduls Lebay ( ID Facebook )

Mataku…. membuncah kenangan cantik
Bumi berguncang melihat indah tubuhmu
Bersorak bahagia terlihat jelas dari binarnya…

Sekali melihatmu mata ini bagai singa yang merindu belaian….
Ingin ku memelukmu dan tak kan kulepaskan….
Mencumbumu harapanku kemudian….

Dan tiba-tiba binar itu redup seiring dengan datangnya kelam…
Kepergianmu tanpa pesan dan senjapun tenggelam
Meninggalkan sinar yang tadi memancar terang menjadi silam

Ku tak tak tahu kapankah kau kan kembali
Kebimbanganmu atau hasratku yang memaksa kau pergi….
Inilah mataku yang bergejolak menantimu disini…

Rabu, 03 Februari 2010

Hapus saja


Bukankah kamu yang membujuk aku
Untuk yakin padamu ?

Bukankah kamu juga yang mengitari relung hatiku dengan
Sebongkah kerinduanmu ?

Bukankah kamu juga yang ingin menjadi pemenang di hatiku ?
Lupakah semua itu ? Wahai sang pecundang ?

Kau tlah menikamku dari belakang,
Sebuah tusukan terperih seumur hidupku.
Cocoklah untukmu…..dan semua tentangmu.
Hapus saja dari hidupku.

Tawa panjangku siap menemani tangismu
Seumur hidupmu.

Dengar baik - baik ucapku.....
Jangan temukan aku lagi !!!


Jakarta, 2 Februari 2010

Rindu yang Sebenarnya


Penyiksaan itu….
Sungguh ku tak percaya,
Belum genap setahun khan ?

Ku berlari menatap cermin
Di sudut kamarku,
Lihatlah air mata itu !
Tanpa malu lagi….jatuh dan tumpah ruah sudah.
Menggenangi kedua bola mataku.
Terisak tak berdaya….kehabisan nafas.

Dan cerminpun ikut menunjukkan duka,
Tak pantas katanya aku seperti ini,
Katakan saja sana dengan si pembuat rindu,
Dan lepaskan belenggu rindu yang cukup lama
Terpenjara di hati.


Jakarta, 2 Februari 2010

Fans